WELCOME TO NUR. AMALIAH BLOG'S

BISMILLAHI RAHMANIRRAHIM...
ASSALAMU ALAIKUM WR. WB...

Senin, 05 April 2010

MAKALAH PENDIDIKAN PRA SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak adalah buah hati orangtua, kalimat kiasan ini memang bukan hanya sekedar kiasan belaka, tetapi pada kenyataannya setiap orangtua dari kalangan manapun mereka berasal sudah dapat dipastikan akan berbuat apa saja demi kebahagiaan anak-anaknya.
Masa kanak-kanak haruslah merupakan masa yang bahagia bagi seorang anak.
Oleh sebab itu, anak harus diperlakukan sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. Hanya saja, dalam praktik pendidikan sehari-hari, tidak selalu demikian yang terjadi. Banyak contoh yang menunjukkan betapa para orang tua dan masyarakat pada umummnya memperlakukan anak tidak sesuai dengan tingkat perkembangananya. Di dalam keluarga orang tua sering memaksakan keinginannya sesuai kehendaknya, di sekolah guru sering memberikan tekanan (preasure) tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak, di berbagai media cetak/elektronika tekanan ini lebih tidak terbatas lagi, bahkan cenderung ekstrim.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di jelaskan maka Rumusan masalah ada sebagai berikut :
a. Apa pengertian dan peranan pendidikan prasekolah dimasyarakat??
b. Seberapa penting pendidikan prasekolah dimasyarakat???
c. Benarkah, pendidikan prasekolah membebani anak-anak??

C. Tujuan Rumusan
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan rumusan yaitu:
a. Untuk mengetahui pengertian dan peranan pendidikan prasekolah dimasyarakat.
b. Untuk mengetahui pentingnya pendidikan prasekolah saat ini di masyarakat.
c. Untuk mengetahui lebih mendalam mengenai pendidikan prasekolah yang dianggap membebani anak-anak.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan Pra sekolah
Tiap orangtua tentu akan berusaha memberikan pendidikan yang terbaik buat putra-putrinya bahkan sejak usia prasekolah. Peranan pendidikan dianggap penting dalam kehidupan masyarakat. Apalagi jaman sekarang banyak orang tua yang telah memberikan pendidikan prasekolah kepada anak mereka. Sebelum kita membahas mengenai pendidikan pra sekolah, terlebih dahulu kita mengenal apa itu pendidikan.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,akhlak serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Semakin disadari pentingnya pendidikan saat ini, maka semakin banyak orang tua yang ingin memberikan anaknya pendidikan yang terbaik, yaitu memberikan pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampe usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut yang dilaksanakan pada jalur formal, nonformal dan informal. Ruang lingkup pendidikan anak usia dini terdiri dari beberapa yaitu : infant (0-1 tahun), Toddler (2-3 tahun), preschool (3-6 tahun), early primary school / SD kelas awal (6-9 tahun). Akan tetapi, pada makalah ini kami akan mengkaji mengenai Pendidikan Prasekolah dan problemtika yang ada.
Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah(PP27/1990).
Pendidikan pra sekolah merupakan suatu tempat dimana anak-anak berkumpul dan diajarkan untuk mempersiapkan diri mereka sebelum masuk ke sekolah. Ada pre school yang menawarkan pendidikn untuk anak-anak mulai dari usia yang sangat dini yaitu 6 bulan sampai usia cukup untuk masuk TK, yaitu sekitar umur 4 tahun. Bahkan sudah ada peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pendidikan Prasekolah sebagai berikut:
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Pemerintah yang dimaksud dengan :
1. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah.
2. Taman Kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia empat tahun sampai memasuki pendidikan dasar.
3. Anak didik adalah peserta didik pada pendidikan prasekolah.
4. Orang tua adalah ayah dan/atau ibu atau wali anak didik yang bersangkutan.
5. Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendidikan nasional.
Pasal 2
Pendidikan prasekolah tidak merupakan persyaratan untuk memasuki pendidikan dasar.

BAB II
TUJUAN
Pasal 3
Pendidikan prasekolah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.
BAB III
BENTUK SATUAN DAN LAMA PENDIDIKAN
Pasal 4
(1) Bentuk satuan pendidikan prasekolah meliputi Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain, Penitipan Anak, dan bentuk lain yang ditetapkan oleh Menteri.
(2) Taman Kanak-kanak terdapat dijalur pendidikan sekolah.
(3) Kelompok Bermain dan Penitipan Anak terdapat di jalur pendidikan luar sekolah.
(4) Anak didik Taman Kanak-kanak adalah anak usia 4-6 tahun.
(5) Lama pendidikan di Taman Kanak-kanak 1 tahun atau 2 tahun.
Pasal 5
Pembinaan usaha kesejahteraan anak pada Kelompok Bermain dan Penitipan Anak menjadi tanggung jawab Menteri Sosial, sedangkan pembinaan pendidikannya menjadi tanggung jawab Menteri.
Pasal 6
(1) Pendidikan prasekolah yang diselenggarakan pada Kelompok Bermain dan Penitipan Anak hanya dapat diikuti anak yang usianya sekurang-kurangnya 3 tahun.
(2) Pendidikan yang diselenggarakan pada Kelompok Bermain dan Penitipan Anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan bagian daripada pendidikan prasekolah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini.
(3) Pendidikan prasekolah pada Kelompok Bermain dan Penitipan Anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri setelah mendengar pertimbangan Menteri Sosial.

BAB IV
SYARAT DAN TATA CARA PENDIRIAN
Pasal 7
Syarat dan tata cara pendirian Kelompok Bermain dan Penitipan Anak ditetapkan oleh Menteri Sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 8
(1) Syarat pendirian Taman Kanak-kanak yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat harus memenuhi adanya :
a. sejumlah anak didik;
b. tenaga kependidikan;
c. program kegiatan belajar;
d. dana, sarana dan prasarana pendidikan.
(2) Taman Kanak-kanak yang didirikan oleh masyarakat selain harus memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) penyelenggaranya harus berbentuk yayasan atau badan yang bersifat sosial.
(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), serta tata cara pendirian Taman Kanak-kanak diatur oleh Menteri.

BAB V
PROGRAM KEGIATAN BELAJAR
Pasal 9
(1) Isi program kegiatan belajar pendidikan di Taman Kanak-kanak meliputi pengembangan :
1. Moral Pancasila;
2. Agama;
3. Disiplin;
4. Kemampuan berbahasa;
5. Daya pikir;
6. Daya cipta;
7. Perasaan/emosi;
8. Kemampuan bermasyarakat;
9. Keterampilan;
10. Jasmani.
(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri, dan yang berkenaan dengan pengembangan agama diatur oleh Menteri setelah mendengar pertimbangan Menteri Agama.

BAB VI
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Pasal 10
(1) Taman Kanak-kanak yang didirikan oleh Pemerintah diselenggarakan oleh Menteri.
(2) Taman Kanak-kanak yang didirikan oleh masyarakat diselenggarakan oleh badan yang mendirikan Taman Kanak-kanak yang bersangkutan.
(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur oleh Menteri.
Pasal 11
(1) Penyelenggaraan pendidikan pada Taman Kanak-kanak dilaksanakan oleh guru dengan berpedoman pada program kegiatan belajar.
(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri.
Pasal 12
(1) Untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan, pada setiap Taman Kanak-kanak dapat dibentuk badan pembantu penyelenggara pendidikan.
(2) Pembentukan, susunan, tugas dan fungsi serta pembinaan badan pembantu penyelenggara pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri.

BAB VII
PENGELOLAAN
Pasal 13
(1) Pengelolaan Taman Kanak-kanak dilakukan oleh seorang Kepala dan dibantu oleh tenaga kependidikan lainnya.
(2) Kepala sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertanggung jawab atas pengelolaan tenaga kependidikan, anak didik, pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, dana, sarana dan prasarana, serta administrasi.
(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur oleh Menteri.

BAB VIII
TENAGA KEPENDIDIKAN
Pasal 14
(1) Guru Taman Kanak-kanak merupakan tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi sebagai guru Taman Kanak-kanak.
(2) Anggota masyarakat yang memiliki kemampuan tertentu dapat membantu guru dalam penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar atau bermain.
(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur oleh Menteri.

BAB IX
PEMBIAYAAN
Pasal 15
(1) Penyelenggara Taman Kanak-kanak bertanggung jawab atas biaya pendidikan yang diperlukan.
(2) Biaya penyelenggaraan pendidikan pada Taman Kanak-kanak yang diselenggarakan oleh masyarakat dapat diperoleh antara lain dari sumbangan orang tua anak didik yang bersangkutan, yang besarnya tidak boleh melebihi kemampuannya.
(3) Pemerintah dapat memberi bantuan kepada Taman Kanak-kanak yang diselenggarakan oleh masyarakat dalam bentuk dana, sarana dan prasarana pendidikan, tenaga kependidikan yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil, dan bantuan lain.
(4) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur oleh Menteri.

BAB X
PENILAIAN
Pasal 16
(1) Penilaian kegiatan pertumbuhan dan perkembangan anak didik di Taman Kanak-kanak dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri.
Pasal 17
(1) Penilaian penyelenggaraan administrasi, kelembagaan, pelaksanaan program kegiatan belajar, tenaga kependidikan, anak didik, sarana dan prasarana, serta keadaan umum di Taman Kanak-kanak dilakukan secara berkala dalam rangka pembinaan dan perkembangan satuan pendidikan yang bersangkutan.
(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri.

BAB XI
PENGAWASAN DAN PEMBINAAN
Pasal 18
(1) Pengawasan dan pembinaan penyelenggaraan pendidikan prasekolah dilakukan oleh Menteri.
(2) Menteri dapat mengambil tindakan administratif terhadap penyelenggara Taman Kanak-kanak yang melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BAB XII
KETENTUAN LAIN
Pasal 19
(1) Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat mengadakan dan menyelenggarakan satuan pendidikan dan/atau kegiatan pendidikan prasekolah.
(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri setelah mendengar pertimbangan, Menteri lain yang terkait.
Pasal 20
(1) Pihak asing dapat mengadakan dan menyelenggarakan satuan dan/atau kegiatan pendidikan prasekolah sejauh tidak bertentangan dengan kepentingan nasional Indonesia.
(2) Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilarang menerima anak didik warga negara Indonesia.
(3) Syarat dan tata cara pendirian satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri setelah mendengar pertimbangan Menteri lain yang terkait.

BAB XIII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 21
Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini, semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah ini dan/atau belum diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku.

BAB XIV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 22
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 10 Juli 1990
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ttd.
SOEHARTO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 10 Juli 1990
MENTERI/SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA

B. Tugas Perkembangan Anak di Usia Dini.
Masa anak-anak usia pra sekolah mempunyai tugas perkembangan, yaitu:
1. Perkembangan Personal Sosial
kemampuan si kecil berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain/lingkungannya serta menilai bagaimana kemandiriannya.
2. Perkembangan Motorik Halus
kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan kedua tangannya. Contohnya untuk menggambar, menjimpit kismis, mencoret, menyusun balok, dan sejenisnya.
3. Perkembangan Bahasa
kemampuan anak mendengar atau merespons suara, berbicara dan mengikuti perintah.
4. Perkembangan Motorik Kasar
kemampuan anak seperti jalan, melompat, dan sebagainya.
Selain itu masa 0-5 tahun merupakan ”golden age” dimana 80 persen otak anak berkembang pada masa tersebut. Pada masa tersebut peran orang tua sangat besar dalam mengawasi proses tumbuh dan berkembang otak anak. Pada masa ini informasi akan mudah diserap entah itu baik ataupun buruk. Maka sangatlah penting pendidikan sebelum sekolah itu dilakukan.
Jika orang tua mampu mandampingi anak untuk dapat mengoptimalkan tugas perkembangannya seperti yang dijelaskan di atas, orang tua tidak perlu membawa anak ke pre school. Karena dengan belajar sendiri di rumah bersama orang tua, orang tua bisa memantau langsung perkembangan anak dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan anak. Namun jika orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk memberikan pendidikan pra sekolah, ada baiknya untuk menyertakan anak-anak ke pre school. Tetapi dengan menyekolahkan di pre school tidak berarti orang tua melepaskan tanggung jawab mendidik anak kepada guru, orang tua tetap harus bertanggung jawab dan selalu memperhatikan perkembangan anak.
Selain itu ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam memilih pre school,yaitu:
1.Pilihlah pre school yang membuat anak merasa senang dan nyaman berada di dalamnya
2.Sebaiknya jangan memilih lokasi terlalu jauh dari rumah yang dapat menyebabkan anak merasalelah.
3.Pilihlah pre school yang memiliki program sit-in, sehingga anak dapat mencoba bersekolah di pre school tersebut selama beberapa hari untuk mengetahui apakah memang sesuai dan nyaman untuk anak anda.
Anak taman kanak-kanak termasuk dalam kelompok umum prasekolah. Pada umur 2-4 tahun anak ingin bermain, melakukan latihan berkelompok, melakukan penjelajahan, bertanya, menirukan, dan menciptakan sesuatu. Pada masa ini anak mengalami kemajuan pesat dalam keterampilan menolong dirinya sendiri dan dalam keterampilan bermain. Seluruh sistem geraknya sudah lentur, sering mengulangi perbuatan yang diminatinya dan melakukan secara wajar tanpa rasa malu. Di taman kanak-kanak, anak juga mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bahasa, terutama dalam kosa kata. Hal yang menarik, anak-anak juga ingin mandiri dan tak banyak lagi mau tergantung pada orang lain.
Sehubungan dengan ciri-ciri di atas maka tugas perkembangan yang diemban anak-anak adalah:
1. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain.
2. Membangun sikap yang sehat terhadap diri sendiri
3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman sebaya
4. Mengembangkan peran sosial sebagai lelaki atau perempuan
5. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan dalam hidup sehari-hari
6. Mengembangkan hati nurani, penghayatan moral dan sopan santun
7. Mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca, menulis, matematika dan berhitung
8. Mengembangkan diri untuk mencapai kemerdekaan diri.
Dengan adanya tugas perkembangan yang diemban anak-anak, diperlukan adanya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak yang selalu “dibungkus” dengan permainan, suasana riang, enteng, bernyanyi dan menari. Bukan pendekatan pembelajaran yang penuh dengan tugas-tugas berat, apalagi dengan tingkat pengetahuan, keterampilan dan pembiasaan yang tidak sederhana lagi seperti paksaan untuk membaca,menulis, berhitung dengan segala pekerjaan rumahnya yang melebihi kemampuan anak-anak.

C. Pengaruh Lingkungan terhadap anak-anak
Pada usia lima tahun pada umumnya anak-anak baik secara fisik maupun kejiwaan sudah siap untuk belajar hal-hal yang semakin tidak sederhana dan berada pada waktu yang cukup lama di sekolah. Setelah apada usia 2-3 tahun mengalami perkembangan yang cepat. Pada usia enam tahun, pada umumnya anak-anak telah mengalami perkembangan dan kecakapan bermacam-macam keterampilan fisik. Mereka sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat, melompat, menangkap, melempar, dan menghindar. Pada umumnya mereka juga sudah dapat naik sepeda mini atau sepeda roda tiga. Kadang-kadang untuk anak-anak tertentu keterampilan-keterampilan ini telah dikuasainya pada usia 4-5 tahun.
Montessori memberikan gambaran peran guru dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan kecerdasan, sebagai berikut:
a. 80 % aktifitas bebas dan 20 % aktifitas yanag diarahkan guru
b. melakukan berbagai tugas yang mendorong anak untuk memikirkan tentang hubungan dengan orang lain
c. menawarkan kesempatan untuk menjalin hubungan social melalui interaksi yang bebas
d. dalil-dalil ditemukan sendiri, tidak disajikan oleh guru
e. aturan pengucapan didapat melalui pengenalan pola, bukan dengan hafalan
setiap aspek kurikulum melibatkan pemikiran
Montessori, mengatakan bahwa pada usia 3-5 tahun, anak-anak dapat diajari menulis, membaca, dikte dengan belajar mengetik. Sambil belajar mengetik anak-anak belajar mengeja, menulis dan membaca. Ada suatu penelitian di Amerika yang menyimpulkan bahwa kenyataannya anak-anak dapat belajar membaca sebelum usia 6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada sekitar 2 % anak yang sudah belajar dan mampu membaca pada usia 3 tahun, 6 % pada usia empat tahun, dan sekitar 20 % pada usia 5 tahun. Bahkan terbukti bahwa pengalaman belajar di taman kanak-kanak dengan kemampuan membaca memadai akan sangat menunjang kemampuan belajar pada tahun-tahun berikutnya.
Pendapat Montessori ini didukung oleh Moore, seorang sosiolog dan pendidik, meyakini bahwa kehidupan tahun-tahun awal merupakan tahun-tahun yang paling kreaktif dan produktif bagi anak-anak. Oleh karena itu, sejauh memungkinkan, sesuai dengan kemampuan, tingkat perkembangan dan kepekaan belajar mereka, kita dapat juga mengajarkan menulis, membaca dan berhitung pada usia dini. Yang penting adalah strategi pengalaman belajar dan ketepatan mengemas pembelajaran yang menarik, mempesona, penuh dengan permainan dan keceriaan, enteng tanpa membebani dan merampas dunia kanak-kanak mereka.
Salah satu hal yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan perkembangan kecerdasan anak adalah suasana keluarga dan kelas yang akrab, hangat serta bersifat demokratis, sekaligus menawarkan kesempatan untuk menjalin hubungan sosial melalui interaksi yang bebas. Hal ini ditandai antara lain dengan adanya relasi dan komunikasi yang hangat dan akrab. .
Pada masa usia 2 – 6 tahun, anak sangat senang kalau diberikan kesempatan untuk menentukan keinginannya sendiri, karena mereka sedang membutuhkan kemerdekaan dan perhatian. Pada masa ini juga mencul rasa ingin tahu yang besar dan menuntut pemenuhannya. Mereka terdorong untuk belajar hal-hal yang baru dan sangat suka bertanya dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu. Guru dan orang tua hendaknya memberikan jawaban yang wajar. Sampai pada usia ini, anak-anak masih suka meniru segala sesuatu yang dilakukan orang tuanya.
Perlu diingat juga bahwa minat anak pada sesuatu itu tidak berlangsung lama, karena itu guru dan orang tua harus pandai menciptakan kegiatan yang bervariasi dan tidak menerapkan disiplin kaku dengan rutinitas yang membosankan. Anak pada masa ini juga akan berkembang kecerdasannya dengan cepat kalau diberi penghargaan dan pujian yang disertai kasih sayang, dengan tetap memberikan pengertian kalau mereka melakukan kesalahan atau kegagalan. Dengan kasih sayang yang diterima, anak-anak akan berkembang emosi dan intelektualnya, yang penting adalah pemberian pujian dan penghargaan secara wajar.
Untuk memfasilatasi tingkat perkembangan fisik anak, pada taman kanak-kanak perlu dibuat adanya arena bermain yang dilengkapi dengan alat-alat peraga dan alat-alat keterampilan lainnya, karena pada usia 2- 6 tahun tingkat perkembangan fisik anak berkembang sangat cepat, dan pada umur tersebut anak-anak perlu dikenalkan dengan fasilitas dan alat-alat untuk bermain, guna lebih memacu perkembangan fisik sekaligus perkembangan psikis anak terutama untuk kecerdasan.
Banyak penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang cerdas dan berhasil pada umumnya berasal dari keluarga yang demokratis, suka melakukan uji coba, suka menyelidiki sesuatu, suka berpergian (menjelajah alam dan tempat), dan aktif, tak pernh diam dan berpangku tangan. Ingat keterampilan tangan adalah jendela menuju pengetahuan. Dalam proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan uji coba (trial and error), mangadakan penyelidikan bersama-sama, menyaksikan dan menyentuh sesuatu objek, mengalami dan melakukan sesuatu , anak-anak akan jauh lebih mudah mengerti dan mencapai hasil belajar dengan mampu memanfaatkan atau menerapkan apa yang telah dipelajari.
D. Kurikulum bagi Pendidikan Pra sekolah.
Dengan maraknya lembaga pendidikan kita yang saat ini gencar-gencarnya menyusun KTSP maka handaknya beberapa lembaga pendidikan prasekolah yang ada ini juga mampu menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (KTSPAUD) yang kapabel. Artinya saat ini kita membutuhkan juga KTSPAUD yang memiliki orientasi pada karakteristik anak usia dini.
Dari pentingnya KTSPAUD tersebut, kiranya kepada para tim penyusun perlu memehami subtansi kurikulum pendidikan anak usia dini atau pendidikan prasekolah itu sendiri.
Untuk itulah berikut akan kami sampaikan beberapa subtansi/isi dari kurikulum pendidikan prasekolah yang penting untuk diperhatikan, di antaranya:
1. Dunia anak adalah bermain
Kuriklum diharapkan mampu merujuk pada prilaku individu untuk berfikir dan bertindak imajinatifdan penuh daya hayal melalui kegiatan bermain.
2.Menyentuh segala aspek perkembangan
Kuriklum hendaknya mampu memberi sentuhan empiris sehinga mampu menyentuh aspek fisik, kognitif, emosi, sosial, dan bahasa anak
3.Menghargai perbedaan individu
Kurikulum hendaknya mampu memberi inspirasi pada pengembangan sikap anak untuk senantiasa menghargai perbedaan individu.
4.Mengembangkan harga diri
Kurikulum hendaknya mampu mengembangkan harga diri anak dengan senantiasa merujuk pada kekurangan sekaligus kelebihannya.
5.Non diskrimatif (ras, agama, suku, gender)
Kurikulum hendaknya memberikan ruang yang sama sehingga anak akan mendapatkan peluang yang luas dalam mengembangkan kegiatan bermainnya.
6.Melibatkan lingkungan tumbuh anak
Kuriklum hendaknya memberikan porsi baik orang tua, keluarga, maupun masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pendidikan maupun tumbuh kembang anak
7.Bebas tanpa paksaan
Kurikulum hendaknya mampu merangsang anak untuk berani mengekspresikan dirinya secara bebas tanpa tekanan baik dari pihak guru maupun orang tua sehingga anak akan menjadi kreatif.
8.Aman dan melindungi
Kurikulum hendaknya mampu memberikan alternative tindakan pada anak sehingga akan merasa bebas dan tidak takut untuk mengebangkan kreativitasnya.
Dengan memperhatikan beberapa subtansi/isi kuriklum tersebut diharapkan akan tercipta suatu KTSPAUD yang benar-benar terciri keunikan dunia anak namun tetap mampu mengembangkan potensi anak didik kita.



BAB III
PERMASALAHAN
Pendidikan pra sekolah yang semakin marak dikalangan masyarakat, menimbulkan pro dan kontra terhadap masalah pendidikan anak usia dini. Seberapa pentingkah pendidikan anak usia dini (Pra sekolah)???? Benarkah pendidikan pra sekolah membebani anak?? Apakah peran orang tua tidak lagi dibutuhkan dengan adanya pendidikan prasekolah?? Pertanyaan inilah yang muncul seiring dengan pendidikan prasekolah yang semakin marak.
Pendidikan pra sekolah adalah suatu tempat dimana anak-anak berkumpul dan diajarkan untuk mempersiapkan diri mereka sebelum masuk ke sekolah. Sedangkan menurut PP no. 27 tahun 1990 bahwa Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah. Berdasarkan dari definisi pendidikan prasekolah diatas, maka kita dapat mengetahui peran dan fungsi pendidikan prasekolah saat ini. Pendidikan prasekolah diciptakan untuk mempersiapkan diri mereka sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, serta memberikan mereka gambaran tentang apa-apa saja yang akan dipelajari dalam pendidikan sekolah. Dengan melihat kenyataan dalam masyarakat bahwa sebagian besar orang tua telah memberikan pendidikan sejak usia dini kepada anaknya, mulai dari usia 2 tahun, menunjukkan bahwa begitu pentingnya pendidikan bagi anak usia dini, yang merupakan masa “golden age”, anak-anak mampu sangat cepat menangkap apa yang dia lihat, dengar dan rasakan. Pendidikan prasekolah sangat dibutuhkan bagi anak-anak, terlebih lagi jika mereka mempunyai orangtua yang sangat sibuk, sehingga mereka tidak memperoleh pendidikan dengan orangtua mereka.
Pendidikan prasekolah dianggap sangat penting untuk lebih mengembangkan kemampuan anak-anak dimasa “golden age”, sehingga tidak heran kalau sebagian masyarakat / orangtua yang mampu memberikan anak-anaknya pendidikan sejak dini dilakukan untuk memberikan yang terbaik bagi anak mereka. Lalu apa dengan pendidikan pra sekolah merupakan pendidikan yang paling tepat bagi anak-anak??
Pada dasarnya pendidikan yang paling pertama dan utama adalah pendidikan yang diberikan oleh keluarga. Akan tetapi, banyak orang tua yang beranggapan setelah memasukkan anaknya kesekolah (KB / TK), mereka mengangap sudah tidak ada lagi tanggungjawab orangtua dalam pendidikan anak. Paradigma inilah yang mesti kita ubah. Peran pendidikan prasekolah merupakan pelengkap dan pendidikan tambahan yang diberikan kepada anak, selain pendidikan yang berikan oleh orang tuanya, walaupun pendidikan prasekolah juga cukup penting. Bahkan peran orang tua sangat penting terhadap perkembangan anak. Fungsi keluarga adalah memberikan kesempatan dan stimulasi yang dapat menambah pengetahuan anak tentang pengetahuan disekitarnya. Pendidikan prasekolah penting bagi anak-anak disamping pendidikan dari keluarga, karena melalui pendidikan prasekolah anak-anak bias menunjukkan kemampuan mereka dan bisa bersosialisasi dengan teman-temannya.
Akan tetapi, pada kenyataan saat ini, pendidikan pra sekolah tidak hanya memberikan persiapan dan pengenalan kepada anak, namun tidak sedikit bersifat memaksa kepada anak-anak agar dapat membaca, berhitung dan bahkan mampu menghafalkan kosakata dalam bahasa inggris, yang dimana keluar dari kemampuan dan kapasitas mereka, karena tiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Pendidikan prasekolah harus memiliki kurikulum tersendiri dengan memperhatikan bahwa dunia anak adalah dunia bermain dan bebas dari paksaan. Sehingga dalam memberikan materi pelajaran, seorang pendidik harus membawa dalam suasana bermain. Karena pada dasarnya seorang anak menyukai aktivitas bebas dan tidak terikat. Karena dalam pendidikan prasekolah, anak-anak hanya diperkenalkan dan menyiapkan mental mereka sebelum masuk pendidikan sekolah, mereka juga diajarkan bersosialisasi dengan anak-anak yang lainnya. Karena materi yang diberikan pada pendidikan prasekolah adalah Moral Pancasila; Agama; Disiplin; Kemampuan berbahasa; Daya pikir; Daya cipta; Perasaan/emosi; Kemampuan bermasyarakat;
Keterampilan; Jasmani Seiring dengan perkembangan jaman, peran pendidikan prasekolah semakin bergeser. Anak-anak yang terlalu dipaksakan untuk belajar dan mengurangi masa bermain mereka, akan lebih cepat jenuh dan membosankan.. Untuk itu, masa anak-anak masa dimana orang tua dan lingkungan sekitarnya memberikan yang terbaik bagi mereka. Tapi, realita saat ini anak-anak harus mampu membaca dan berhitung ketika selesai sekolah TK. Bahkan, ada beberapa SD ‘unggulan’ yang mengadakan test bagi siswa yang baru kelas 1. Hal inilah yang menjadi beban bagi anak-anak terlebih diusia yang masih dini. Ada beberapa masalah yang dihadapi anak-anak dimasa Taman Kanak-kanak yang menjadi problematika bagi pendidik dalam menghadapinya. Karena jika masalah yang dihadapi di usia dini tidak dapat diselesaikan, maka akan mempengaruhi kepribadian anak.
Masalah anak TK
a. Penakut
Setiap anak memiliki rasa takut, namun jika berlebihan dan tidak wajar maka perlu diperhatikan. Rasa takut anak TK biasanya terhadap hewan, serangga, gelap, dokter atau dokter gigi, ketinggian, monster, lamunan, sekolah, angin topan, dll.
Rasa takut yang berlebihan terlihat dalam gejala-gejala seperti berikut :
1. Gejala psikis, seperti ; gangguan makan, tidur, perut, sulit bernafas, dan sakit kepala.
2. Gejala emosional, seperti ; rasa takut, sensitif, rendah diri, ketidakberdayaan, bingung, putus asa, marah, sedih, bersalah.
3. Gejala tingkah laku seperti : gangguan tidur, mengisolasi diri, prestasi kurang di sekolah, agresi, mudah tersinggung, menghindari pergi keluar, ketergantungan pada suatu benda, dan terus berada di kamar orang tua.
Penyebab anak memiliki rasa takut :
1. Intelegensi (anak-anak yang tingkat intelegensi tinggi cenderung punya rasa takut yang sama dengan anak yang berusia lebih tua, demikian pula sebaliknya).
2. Jenis kelamin (anak perempuan lebih takut dibanding laki-laki karena lingkungan sosial lebih menerima rasa takut perempuan).
3. Keadaan fisik (anak cenderung takut bila dalam keadaan lelah, lapar atau kurang sehat).
4. Urutan kelahiran (anak sulung cenderung lebih takut karena perlindungan yang berlebihan).
5. Kepribadian anak (anak yang kurang memperoleh rasa aman cenderung lebih penakut).
6. Adanya contoh yang dilihat anak, seperti ; tontonan TV, atau ibu yang takut.
7. Trauma yang dialami anak-anak, seperti ; tabrakan mobil, angina topan, bencana alam, dll.
8. pola asuh orang tua yang menghidupkan rasa takut anak seperti ; paksaan, hukuman, ejekan, ketidakperdulian, dan pelindungan diluar batas.
Solusi pemecahan masalah yang dapat dilakukan pendidik
1. Mendengarkan cerita anak
2. Lindungi dan hibur anak
3. Ajari kenyataan
4. Memberi hadiah
5. Memberi contoh teladan (guru sebagai model)
6. Coping model (adalah salah satu cara seseorang menghadapi rasa takut namun ia harus melewati rasa takut itu. Salah satu cara dengan bicara pada diri sendiri).
7. Mendongeng
8. Melakukan aktivitas penuh tantangan
9. Memanfaatkan imajinasi anak untuk menumbuhkan keberanian
10. Menggambar


b. Agresif
Agresif adalah tingkah laku menyerang baik secara fisik maupun verbal atau melakukan ancaman sebagai pernyataan adanya rasa permusuhan. Perilaku tersebut cenderung melukai anak lain seperti menggigit, mencakar, atau memukul. Bertambahnya usia diekspresikan dengan mencela, mencaci dan memaki.
Gejala anak yang agresif :
1. Sering mendorong, memukul, atau berkelahi.
2. Menyerang dengan menggunakan kaki, tangan, tubuhnya untuk mengganggu permainan yang dilakukan teman-teman.
3. Menyerang dalam bentuk verbal seperti ; mencaci, mengejek, mengolok-olok, berbicara kotor dengan teman.
4. Tingkah laku mengganggu muncul karena ingin menunjukkan kekuatan kelompok. Biasanya melanggar aturan atau norma yang berlaku di sekolah seperti; berkelahi, merusak alat permainan milik teman, mengganggu anak lain.
Penyebab anak agresif
1. Pola asuh yang keliru (melakukan kekerasan terhadap anak, otoriter terhadap anak dan terlalu protektif, terlalu memanjakan anak (orang tua selalu mengijinkan atau membenarkan permintaan anak)
2. Reaksi emosi terhadap frustasi (banyaknya larangan yang dibuat guru atau orang tua (kecemasan yang berlebihan), sementara anak melakukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhannya).
3. 3. Tingkah laku agresif sebelumnya (tingkah laku agresif yang pernah dilakukan anak mendapat penguatan dari keluarga atau guru).
Solusi pemecahan masalah yang dapat dilakukan pendidik :
1. Bermain peran
2. Belajar mengenal perasaan
3. Belajar berteman melalui permainan beregu
4. Beri penguatan jika anak berperilaku tepat dengan temannya
5. Perbanyak kegiatan yang menggunakan gerakan motorik
c. Pemalu
Pemalu adalah reaksi emosional yang tidak menyenangkan, yang timbul pada seseorang, akibatnya adanya penilaian negatif terhadap dirinya.
Ciri anak pemalu adalah :
1. Kurang berani bicara dengan guru atau orang dewasa
2. Tidak mampu menatap mata orang lain ketika berbicara
3. Tidak bersedia untuk berdiri di depan kelas
4. Enggan bergabung dengan anak-anak lain
5. Lebih senang bermain sendiri
6. Tidak berani tampil dalam permainan
7. Membatasi diri dalam pergaulan
8. Anak tidak banyak bicara
9. Anak kurang terbuka
Penyebab anak pemalu
1. Keadaan fisik
2. Kesulitan dalam bicara
3. Kurang terampil berteman
4. Harapan orang tua yang terlalu tinggi
5. Pola asuh yang mencela
Solusi pemecahan masalah yang dapat dilakukan pendidik :
1. Melibatkan anak pada kegiatan yang menyenangka
2. Belajar bergabung melalui permainan
3. Mengajar cara mulai berteman
4. Dorong anak berpartisipasi dalam kelompok
Inilah beberapa masalah yang dihadapi oleh anak-anak di masa TK, yang dimana masalah akan mempengaruhi keadaan psikologi mereka jika beranjak dewasa.


BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah(PP27/19).

Pada masa anak-anak mengalami kemajuan yang pesat. Yang dimana 80 % menyukai aktivitas bebas dan 20 % aktifitas yang diarahkan oleh guru. Pendidikan prasekolah cukup penting diberikan kepada anak-anak, karena masa anak-anak merupakan masa golden age, yaitu mereka mampu dengan cepat menyerap apa yang ada di lingkungan sekitar. Sehingga diusia dini, anak-anak akan diberikan pendidikan yang terbaik dengan berorentasi pada belajar sambil bermain, karena masa anak-anak adalah masa yang penuh kebahagiaan yang juga akan mempengaruhi psikologisnya kelak. Kurikulum pada pendidikan anak usia dini didesain berdasarkan tingkat perkembangannya anak.

B. Saran
Dalam menghadapi anak pendidikan prasekolah, kita harus mengerti terlebih dahulu apa keinginan dan bagaimana tahap perkembangan dan kemampuan anak, karena tiap anak berbeda tahap perkembangannya, terlebih lagi bagi para calon pendidik. Karena anak lebih menyukai aktivitas bermain.

DAFTAR PUSTAKA
 http;/ permasalahan anak di taman kanak-kanak>>marthacristina’s weblog.com
 http;/ menu-pembelajaran-anak-usia-dini>>taufiq.html.com
 http;/ ngawi education>>substansi kurikulum pendidikan. Html.com
 http;/ ida-krisnashow-kiat memilih pendidikan sekolah.html.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Entri Populer