WELCOME TO NUR. AMALIAH BLOG'S

BISMILLAHI RAHMANIRRAHIM...
ASSALAMU ALAIKUM WR. WB...

Senin, 05 April 2010

MAKALAH METODE PEMBELAJARAN

Bab I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Mengajar belajar adalah kegiatan guru murid untuk mencapai tujuan tertentu. Di duga, makin jelas tujuan makin besar kemungkinan ditemukan metode penyampaian, yang paling serasi. Namun tidak ada pegangan yang pasti tentang cara mendapatkan metode mengajar yang paling tepat. Tepat tidaknya suatu metode, baru terbukti dari hasil belajar murid.
Mengajar pada umumnya usaha guru untuk menciptakan kondisi-kondisi atau mengatur lingkungan sedemikian rupa, sehingga terjadi interaksi antara murid dengan lingkungan, termasuk guru, alat pelajaran dan sebagainya yang disebut dengan proses belajar, sehingga tercapai tujuan yang telah ditentukan. Demikian pula menggunakan suatu metode mengajar untuk segala tujuan belajar tidak akan efektif. Yang menimbulkan kesulitan ialah untuk mengetahui yang manakah metode yang paling serasi untuk mencapai tujuan pelajaran tertentu.
Konsep guru tentang apakah mengajar itu sangat menentukan metode mengajar manakah yang akan diutamakan. Sebelum melakukan proses pembelajaran, sebaiknya seorang pebelajar terlebih dahulu mencari metode mana yang tepat untuk digunakan yang disesuaikan dengan mata pelajaran, jumlah siswa dan kondisi siswa itu sendiri. Untuk itu, akan lebih dikaji jenis-jenis metode pembelajaran serta karakteristik dari tiap-tiap metode tersebut dan kelebihan serta kekurangan dari tiap-tiap metode.


B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan, maka Rumusan masalah adalah sebagai berikut:
a. Apa pengertian metode pembelajaran?
b. Sebutkan prinsip-prinsip metode pembelajaran?
c. Sebutkan jenis-jenis metode pembelajaran?
d. Jelaskan tujuan metode-metode pembelajaran?
e. Jelaskan bagaimana hubungan metode pembelajaran sebagai desain instruksional?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan adalah sebagai berikut:
a. Dapat menjelaskan pengertian metode pembelajaran
b. Dapat menjelaskan dan menyebutkan prinsip-prinsip metode pembelajaran
c. Dapat menjelaskan jenis-jenis metode pembelajaran
d. Dapat menjelaskan tujuan metode-metode pembelajaran.
e. Dapat menjelaskan hubungan antara metode pembelajaran dengan desain instruksional


BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode berasal dari bahasa latin, metodos yang artinya “jalan atau cara”. Akan tetapi menurut Robert Ulich, istilah metode berasal dari bahasa Yunani: meta ton odon, yang artinya brlangsung menurut cara yang benar (to proceed according to the right way).
Adapun Defenisi Metode Pengajaran antara lain :
a. Menurut BIGGS ( 1991 )
Metode Pembelajaran adalah Cara – cara untuk menajikan bahan – bahan Pembelajaran kepada Siswa – siswi untuk tercapainyatujuan yang telah ditetapkan.
b. Menurut ADRIAN ( 2004 )
Metode Pembelajaran adalah ilmu yang mempelajari cara – cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling beriteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam artian tujuan pengajaran tercapai.
Sehingga berdasarkan beberapa pengertian dari para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara, model, atau serangkaian bentuk kegiatan belajar yang diterapkan pendidik kepada anak didiknya guna meningkatkan motivasi belajar si terdidik guna tercapainya tujuan pengajaran.




2. Prinsip-Prinsip Metode Pembelajaran
 Pembelajaran efektif menguatkan pembelajaran praktek dalam tindakan
 Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti.
 Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat mengbangkitkan kegairahan.
 Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang pengajaran .
 Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran.
 Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknay ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan menemukan bentuk praktek mengajar yang efektif..
Peran guru dalam melaksanakan metode pembelajaran.
• Memperhatikan dan bersifat positif.
• Mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun praktek pembelajarannya
• Memiliki ekspektasi yang tinngi terhadap siswanya
• Memiliki sensivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru,siswa, serta tugas masing-masing
• Konsisten dan memberikan umpang balik kepada siswa.
Peran siswa dalam melaksanakan metode pembelajaran
• Tertarik pada topic yang sedang di bahas
• Dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas
• Merasa aman dalam lingkungan sekolah
• Terlibat dalam mengambil keputusan belajarnya
• Memiliki motivasi
• Melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang di gunakan dengan pengalaman belajar yang akan di capai.


Tugas pembelajaran
• Spesifik dan dapat dikelolah dengan baik
• Kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa
• Secara aktif melibatkan siswa
• Bersifat menentang dan relevan bagi kebutuhan siswa
Variabel-Variabel Dalam Memilih Bentuk Pembelajaran
Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru menyeleksi model pembelajaran, strategi, dan metode-metode yang akan digunakan. Variabel-variabel tersebut diantaranya :
• Hasil dan pengalaman belajar siswa yang diinginkan
• Urutan pembelajaran (sequence) yang selaras : deduktif atau induktif
• Tingkaatan pilihan dan tanggung jawab siswa (degree)
• Pola interaksi yang memunkinkan
• Keterbatasan praktek yang ada.

3. Jenis – jenis Metode Mengajar
Suatu metode mengajar tertentu tidak dapat serba guna, karena ia hanya mungkin cocok untuk suatu kegiatan tertentu. Pemilihan metode mengajar ditentukan oleh hasil yang ingin dicapai. Ada beberapa metode mengajar yang lazim digunakan dalam proses belajar. Dalam buku Pedoman Kerja Sekolah Pendidikan Guru Jilid I, dikemukakan delapan macam metode dari metode ceramah sampai metode karya wisata dan dalam buku Teaching Strategies yang ditulis oleh Donald C Orlich, et.el, terdapat metode simulasi.
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.

Metode ceramah cocok untuk :
a. Penyampaian sejumlah fakta yang sumbernya tidak ada pada siswa
b. Penyampaian sejumlah fakta pada siswa yang besar sehingga tidak mungkin bentuk lain (sekitar 75 orang)
c. Penyampaian kesimpulan tertentu yang sebelumnya telah dipelajari.
Metode ceramah akan berhasil baik jika :
a. Guru merupakan pembicara yang bersemangat
b. Guru menggunakan alat bantu seperti gambar, tulisan, peta, dan papan tulis atau OHP untuk menerangkan secara ringkas inti ceramahnya.
Langkah – langkah metode ceramah:
a. Tujuan harus dirumuskan sekhusus mungkin
b. Diselidiki wajar tidaknya penggunaan metode
c. Bahan disusun dengan memperhatikan syarat-syaratnya :
 Dapat dipahami dengan jelas
 Menangkap perhatian siswa
 Memperlihatkan kepada pendengar bahwa bahan yang disampaikan itu berguna bagi kehidupan.
 Menanamkan perhatian yang jelas

2. Metode Tanya jawab
Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas
Metode Tanya jawab baik untuk :
a. Menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b. Melibatkan siswa pada masalah yang akan dihadapi sehingga berpartisipasi lebih aktif
c. Memeriksa ketelitian dalam membaca atau mengamati sesuatu
Metode Tanya jawab akan berhasil baik jika :
a. guru mampu mengemukakan pertanyaan – pertanyaan yang merangsang siswa untuk berfikir.
b. Siswa memiliki keberanian mengemukakan pikirannya secara bebas
c. Giliran menjawab diberikan secara merata, tidak terpusat pada siswa-siswa tertentu saja
Langkah – langkah metode Tanya jawab :
a. Merumuskan pertanyaan dalam bentuk khusus perilaku siswa
b. Membuat beberapa pertanyaan yang dapat menggiring siswa kepada tujuan.
c. Meneliti mengapa mereka mengajukan pertanyaan. Mengusahakan supaya siswa itu berpartisipasi atau meringkaskan pelajaran yang lampau.
d. Memutuskan jawaban-jawaban yang diterima dan yang akan dilaksanakan

3. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama

Metode diskusi baik untuk :
a. Menyadarkan siswa bahwa ada masalah yang dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan hanya satu jalan atau jawaban saja.
b. Menyadarkan siswa bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif yang memungkinkan perolehan suatu keputusan yang lebih baik
c. Membiasakan siswa suka mendengar pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri. Membiasakan bersifat toleransi.
d. Menimbulkan kesanggupan pada siswa-siswa merumuskan pikirannya sendiri secara teratur dan dalam bentuk yang dapat diterima oleh orang lain.
Metode diskusi akan berhasil baik jika :
a. Guru mengetahui tugasnya sebagai pemimpin diskusi, pengatur lalu lintas kesempatan, dinding penangkis dan petunjuk jalan pembicaraan.
b. Siswa mengetahui peranannya sebagai peserta yang aktif mendengarkan berbagai pendapat, berbicara mengenai masalah dan tidak melantur memberikan sumbangan pikiran, dapat kebenaran pendapat orang lain.
c. Pemimpin diskusi merumuskan dengan jelas permasalahan yang akan didiskusikan, dan peserta memiliki pengetahuan yang diperlukan dalam pemecahan masalah tersebut.

4. Metode Pemberian Tugas Belajar (Resitasi)
Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, meransang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri.
Metode ini baik untuk :
a. Mengaktifkan siswa mempelajari sendiri suatu masalah dengan membaca, mengerjakan soal-soal dan mencoba sendiri, menghindari penegasan yang tidak terarah
b. Mengembangkan inisiatif serta tanggung jawab siswa terhadap penggunaan dan penerapan informasi dan pengetahuan dalam menghadapi masalah actual sehari-hari
Metode permberian tugas belajar akan berhasil jika ;
a. Tugas- tugas yang diberikan terbatas dan jelas apa yang menjadi masalah atau yang perlu dipecahkan
b. Tugas-tugas dipahami siswa sebagai suatu yang memang sudah sewajarnya, sebab menyangkut kehidupan yang bermakna.
c. Terdapat fasilitas, misalnya buku-buku untuk meyelesaikan tugas-tugas
d. Diperhitungkan taraf kesukaran atau berat tidaknya tugas dengan kemampuan siswa.

5. Metode Demonstrasi dan Eksperimen
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat – alat bantu pengajaran seperti benda – benda miniatur, gambar, perangkat alat – alat laboratorium dan lain – lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yang paling pokok adalah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain – lain peragaan konsep serta fakta yang memungkinkan.

Metode demonstasi dan eksperimen baik untuk ;
a. Membantu siswa utnuk memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian karena menarik.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan karena menggunakan bahasa yang lebih terbatas
c. Menghindari verbalisme
d. Memberikan keterampilan khusus
Metode demonstrasi dan eksperimen akan berhasil jika :
a. Guru sebelumnya telah dapat mengumpulkan alat-alat yang diperlukan
b. Semua siswa dapat mengikuti Demonstrasi-Eksperimen
c. Guru telah menetapkan secara garis besar langkah-langkah demonstrasi-eksperimen serta perkiraan jumlah waktu yang diperlukan



Langkah-langkah metode demonstrasi-eksperimen
a. Merumuskan tujuan yang jelas dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat dicapai dan dilaksanakan oleh siswa sendiri sesudah demonstrasi dan eksperimen berakhir.
b. Menyelidiki keefektifan penggunaan metode ini untuk mencapai tujuan
c. Menetapkan garis-garis besar setiap langkah suatu demonstrasi atau eksperimen untuk dicobakan guna menambah hal-hal yang masih kurang atau terlupakan
d. Memperhitungkan jumlah waktu yang diperlukan dengan perimbangan memberikan kesempatan pada siswa mengajukan pertanyaan dan membuat pertanyaan.
e. Menetapkan rencana guru sesudah eksperimen- demonstrasi berakhir untuk menilai hasil pelajaran

6. Metode Kerja Kelompok
Dalam metode ini terjadi interaksi antar anggota kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus turut terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model belajar kooperatif yang sering diperbincangkan yaitu belajar kooperatif model jigsaw yakni tiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada teman sekelompoknya.

Metode kerja kelompok baik untuk :
a. Memperbaiki perbedaan individual siswa dalam bidang kemampuan belajar atau minat
b. Memberikan kesempatan pada siswa utnuk berperan serta secara aktif.
c. Memberikan pengalaman mengorganisasi atau mengelola pengetahuan yang telah dimiliki untuk pemecahan suatu masalah kelompok
Metode kerja kelompok akan berhasil baik jika :
a. Guru memberikan tugas pada setiap kelompok untuk dilaksanakan tanpa memberikan bantuan
b. Guru mengamati kegiatan setiap kelompok. Ketua kelompok menjaga agar pembicaraan dalam kelompok tidak menyimpang dari pokok masalah dan tidak ada orang-orang tertentu yang memonopoli pembicaraan
c. Siswa mengetahui dengan jelas tugasnya dan kewajibannya dalam kelompok serta waktu yagn tersedia

7. Metode Sosio Drama
Pembelajaran dengan metode bermain peran adalah pembelajaran dengan cara seolah – olah berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep. Dalam metode ini siswa berkesempatanm terlibat secara aktif sehingga akan lebih memahami konsep dan lebih lama mengingat, tetapi memerlukan waktu lama.

Metode sosio Drama baik untuk :
a. Memberikan kesempatan pada siswa didalam menghadapi masalah social: menempatkan diri pada tempat orang lain
b. Meluaskan pandangan siswa
c. Memberikan kemungkinan bagi pemahaman orang lain beserta masalahnya : menempatkan diri sendiri pada tempat orang lain
Metode sosio drama dapat berhasil dengan baik jika :
a. Masalah yang diperankan menyangkut relasi antara manusia
b. Masalah yang diperankan terletak dalam bidang perhatian siswa
c. Penonton/ pendengar adalah siswa-siswa yang tidak sedang memerankan, tetapi tahu kewajibannya
d. Guru melukiskan masalah yang diperankan dengan jelas
e. Di dalam memerankan, siswa-siswa mendapat kebebasan sepenuhnya: makin spontan makin bagus
f. Guru menghentikan drama pada titik puncak drama
g. Penyelesaian pemecahan relasi antara manusia itu dilanjutkan dengan diskusi umum
Langkah-langkah metode sosio drama :
a. Guru menerangkan teknik-teknik secara sederhana
b. Situasi yang dipilih sesuai dengan kemampuan dan menarik minat
c. Guru menceritakan peristiwa itu secukupnya untuk mengantar adegan
d. Pilihlah untuk pertama kali siswa-siswa yang kiranya dapat melaksanakan tugas itu
e. Menetapkan dengan jelas masalah dan peranan yang harus dimainkan
f. Guru menetapkan peranan pendengar
g. Guru dapat menyarankan kalimat pertama
h. Guru menghentikan sosio drama pada titik puncak dan membuka diskusi umum
i. Dapat pula hasil diskusi siswa-siswa lain dijadikan bahan untuk menyelesaikan masalah.

8. Metode karya Wisata
Metode karyawisata/widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa mempelajari materi pelajaran di luar kelas. Karyawisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dapat meransang kreativitas siswa, informasi dapat lebih luas dan aktual, siswa dapat mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi karyawisata memerlukan waktu yang panjang dan biaya, memerlukan perencanaan dan persiapan yang tidak sebentar.

Metode karya wisata baik untuk:
a. Memberikan pengertian lebih jelas dengan alat peraga langsung
b. Mendorong siswa mengenal lingkungan dengan baik
c. Membangkitkan penghargaan dan cinta terhadap lingkungan atau tanah air
Metode karya wisata dapat berhasil dengan baik jika :
a. Guru menyelidiki apakah objek karya wisata itu cocok untuk mencapai tujuan
b. Semua siswa dapat mengunjungi objek karya wisata serta kembali dengan mudah.
c. Memperhitungkan waktu yang tersedia
d. Sebelum karya wisata, siswa-siswa diberitahukan pokok-poko yang akan dan perlu diperhitungkan
e. Pembiayaan karya wisata tidak dibebankan kepada siswa
Langkah-langkah metode karyawisata
a. Meramu tujuan dengan jelas sehingga tampak wajar tidaknya metode ini digunakan
b. Menyelidiki objek yang akan ditinjau dan memperhitungkan hal-hal yang mungkin akan menjadi hambatan
c. Meminta izin kepada penguasa objek yang akan ditinjau
d. Jika keluar kota, minta izin siswa-siswa pada orang tua mereka.
e. Memeriksa perlengkapan mereka masing-masing sebelum mereka berangkat
f. Jelaskan tujuan karyawisata pada siswa-siswa dan siapkan pertanyaan yang harus mereka jawab.
g. Tentukan tata tertib selama karya wisata
h. Bila peserta banyak, bagilah siswa-siswa kedalam kelompok dengan ketua serta tugasnya masing-masing
i. Setelah sampai ditempat yang ditinjau berikan waktu untuk menyelesaikan tugasnya
j. Bawalah siswa semua kembali ke sekolah
k. Hasil karya wisata berupa laporan didiskusikan pada kesempatan lain
l. Hasil karya wisata berupa benda-benda yang dikumpulkan oleh siswa akan dipamerkan.

9. Metode Permainan Simulasi
Simulasi berasal dari bahasa inggris “simulation” yang artinya tiruan. Suatu yang mewakili atau mencerminkan peristiwa nyata yang dapat direkayasa menurut kebutuhan. Di dalamnya siswa-siswa merupakan peserta yang aktif mempelajari perilaku atau melaksanakan beberapa keterampilan atau pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya.

Metode permainan simulasi baik untuk :
a. Mengembangkan perubahan-perubahan dalam sikap
b. Merubah perilaku atau kebiasaan yang kurang baik
c. Mempersiapkan peserta untuk memperkirakan peran baru pada waktu yang akan dating.
d. Membantu siswa-siswa untuk mengerti peranannya yang sekarang.
e. Meningkatkan kemampuan siswa untuk mengemukakan prinsip-prinsip
f. Mengurangi masalah-masalah atau situasi-situasi yang kompleks untuk hal-hal yang dapat diatur
g. Menggambarkan peranan-peranan yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, tetapi orang itu mungkin tidak pernah memperhitungkannya
h. Mendorong atau member motivasi kepada siswa-siswa
i. Mengembangkan proses analitik
j. Mempekakan siswa-siswa terhadap peranan kehidupan orang lain
Metode permainan simulasi dapat berhasil dengan baik jika :
a. Diketahui maksud atau tujuan yang ingin dicapai
b. Diketahui prosedir, cara dan aturan permainan
c. Tersedia perangkat permainan
d. Tersedia peserta yang berminat, fasilitator dan manusia sumber
e. Fasilitator dapat mengatur jalannya permainan
f. Tema dan materi permainan cukup jelas.

10. Metode studi Kasus
Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah, kejadian, atau situasi tertentu kemudian siswa ditugasi mencari alternative pemecahannya. Kemudiaan metode ini dapat juga digunakan untuk mengembangkan berfikir kritis dan menemukan solusi baru dari suatu topic yang dipecahkan.
Metode ini dapat dikembangkan atau diterapkan pada siswa,manakala siswa memiliki pengetahuan awal tentang masalah ini.
Metode ini memiliki keterbatasan sebagai berikut :
a. Mendapat kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa
b. Mengembangkan kasus sangat mahal

11. Metode Simposium
Metode symposium adalah metode yang memaparkan suatu seri pembicaraan dalam berbagai kelompok topic dalam bidang materi tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara
Sebuah symposium hamper menyerupai panel, karena symposium harus pula terdiri atas beberapa pembicara, sedikti dua orang. Tetapi, symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terlebih dahulu menyiapkan pembicaranya menurut suatu titik pandangan tertentu. Terhadap suatu persoalan yang sama diadakan permbahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dati titik tolak yang berbeda-beda.
12. Metode Tutorial
Metode tutorial merupakan cara menyampaikan bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikan tentang masalah-masalah dan kemajuan yang ditemuinya secara periodic.
13. Metode Problem Solving
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

14. Metode Seminar
Metode seminar merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa utnuk membahas topic, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif dan kepada mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai narasumber.
Seminar merupakan pembahasan yang bersifat ilmiah, topic pembicaraan adalah hal-hal yang bertalian dengan masalah kehidupan sehari-hari. Sebuah seminar adalah sebuah kegiatan pembahasan yang mencari pedoman-pedoman atau pemecahan-pemecahan masalah masalah tertentu. Itulah sebabnya maka seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan-kesimpulan dan keputusan-keputusan yang merupakan hasil kesepakatan semua peserta.
15. Metode deduktif
Metode deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atau contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan teoritis ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus.
Metode ini tepat dipergunakan bila :
a. Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari
b. Isi pelajaran meliputi terminology, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berfikir kritis
c. Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicaraan yang baik
d. Waktu yang tersedia sedikit
16. Metode Induktif
Metode induktif dimulai dengan pemberian berbagai kasus, fakta, contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian siswa dibimbing utnuk berusah keras mensintesiskan, menemukan, atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajaran tersebut. Metode ini disebut Discovery atau Socratic
Metode ini digunakan manakala :
a. Siswa telah mengenal atau telah mempunyai pengalaman yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut.
b. Yang diajarkan berupa keterampilan komunikasi antar pribadi, sikap, pemecahan dan pengambilan keputusan
c. Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan mengulang pertanyaan dan sabar
d. Waktu yang tersedia cukup panjang.

17. Metode mengarang
Mengarang: Cara belajar mengajar untuk mendorong dan membuat siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan menciptakan suatu alternatif dari pokok masalah (thema) yang mengandung nilai-nilai tertentu
18. Metode beemain peran (Role playing)
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode ini dapat dipergunakan didalam mempraktikkan isi pelajaran yang baru. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.


4. Tujuan metode-metode pembelajaran.

1. Metode Ceramah
Alasan penggunaan:
1) agar perhatian siswa tetap terarah selama penyajian berlangsung
2) penyajian materi pelajaran sistimatis (idak berbelitbelit)
3) untuk merangsang siswa belajar aktif
4) untuk memberikan feed back (balikan)
5) untuk memberikan motivasi belajar
c. Tujuan Metode ceramah digunakan dengan tujuan untuk:
1) menyampaikan informasi atau materi pelajaran
2) membangkitkan hasrat, minat, dan motivasi siswa untuk belajar
3) memperjelas materi pelajaran
d. Manfaat Metode ceramah dapat digunakan dalam hal:
1) jumlah siswa cukup besar
2) sebagai pengantar atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari
2. Metode Tanya jawab .
Alasan Penggunaan
1) untuk meninjau pelajaran yang lain
2) agar siswa memusatkan perhatian terhadap kemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pelajaran berikut
3) untuk menangkap perhatian siswa serta memimpin pengamatan dan pemikiran siswa
Tujuan Metode tanya jawab digunakan dengan tujuan untuk:
1) mengetahui penguasaan bahan pelajaran melalui ingatan dan pengungkapan perasaan serta sikap siswa tentang fakta yang dipelajari, didengar atau dibaca
2) mengetahui jalan berpikir siswa secara sistematis dan logis dalam memecahkan masalah (cara berpikir siswa tidak meloncat-loncat dalam menangkap dan memecahkan suatu masalah). 3) Memberikan tekanan perhatian pada bagian-bagian pelajar yang dipandang penting serta mampu menyimpulkan
4) Membiasakan siswa mengenal bentuk dan jenis pertanyaan serta jawabannya yang benar dan tepat.
Manfaat penggunaan metode tanya jawab
1) pertanyaan dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa, serta mampu menghubungkan pelajaran lama dengan yang baru
2) pertanyaan ingatan yang meminta jawaban yang bersifat pengungkapan kembali dapat memperkuat ingatan (assosiasi) antara pertanyaan dengan jawaban
3) pertanyaan pikiran yang meminta jawaban yang harus dipikirkan, menafsirkan, menganalisis dan menarik kesimpulan dapat mengembangkan cara-cara beripikir logis dan sistematis
4) pertanyaan dapat mengurangi proses lupa karena jawaban yang diperoleh atau dikemukakan dioleh dalam suasana yang serius dan pemusatan perhatian terhadap jawaban. Apabila jawaban dibenarkan oleh guru, maka rasa gembira tersebut akan memperkuat jawaban itu tersimpan dalam iengatan siswa
5) jawaban yang salah segera dapat dikoreksi
6) pertanyaan akan merangsang siswa beripikir dan memusatkan perhatian pada satu pokok perhatian
7) pertanyaan dapat membangkitkan hasrat melakukan penyelidikan yang mengarahkan siswa beripikir secara ilmiah
8) pertanyaan fakta atau masalah dapat mengarahkan belajar seperti yang dituju oleh suatu mata pelajaran yang dapat membantu siswa mengetahui bagian-bagian yang perlu diketahui dan diingat
9) pertanyaan dapat digunakan untuk tujuan latihan dan mengulang'
10)siswa belajar menjawab pertanyaan dengan benar, baik isi jawaban maupun susunan bahasa yang dipergunakan untuk mengekspresikan perasaan dan ide-ide atau pikirannya sehingga dapat didengar, ditelaah dan dinilai oleh guru
11)siswa juga diajak berani bertanya untuk kepentingan proses belajar mengajar dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu siswa belajar mengemukakan pertanyaan yang layak dan menghargai pertanyaan orang lain
3. Metode Diskusi
Alasan penggunaan.
Di dalam kehidupan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat, diskusi banyak digunakan sebagai salah satu cara untuk memecahkan masalah dan telah menjadi bgian dari kehidupan manusia itu sendiri. Oleh karena itu metode ini dipandangn penting dikembangkan oleh guru di sekolah
Tujuan
Tujuan penggunaan metode diskusi adalah agar siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar dengan cara membahas dan memecahkan masalah tertentu
Manfaat penggunaan metode diskusi untuk:
1) menumbuhkan dan membina sikap serta perbuatan siswa yang demokratis
2) menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan cara berpikir kritis, analitis, dan logis
3) memupuk rasa kerjasama, sikap toleransi dan rasa sosial
4) membina kemampuan untuk mengemukakan pendapat dengan bahasa yang baik dan benar
4. Metode Observasi
Pengertian Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisa dan mengadakan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung.
Alasan penggunaan metode observasi
1) melatih siswa untuk peka terhadap peristiwa atau gejala yang tejadi dalam lingkungannya
2) metode observasi dapat mencatat data atau gejala-gejala yang terjadi, maka dapat digunakan untuk melatih siswa dalam mengadakan evaluasi.
Tujuan Tujuan digunakan metode observasi adalah:
1) untuk melengkapi pengetahuan yang diperoleh di sekolah dan di kelas
2) untuk melihat, mengamati dan menghayatinya secara langsung dan nyata mengenai obyek tertentu
3) untuk menanamkan nilai moral pada siswa
Manfaat menggunakan metode observasi yaitu :
1) menambah wawasan bagi siswa mengenai peristiwa, gejala atau kejadian yang terjadi dalam lingkunganny atau obyek yang diamati
2) melatih kecerdasan dan kepekaan siswa terhadap kejadiankejadian yang ada dilingkungannya
3) menanamkan nilai moral pada siswa .
5. Metode Peragaan
Metode peragaan adalah cara penyajian materi pelajaran melalui peragaan. Kegiatan peragaan dapat berupa meragakan cara kerja, perilaku tertenu dan sebagainya
Alasan penggunaan:
Hasil belajar yang akan diperoleh khususnya aspek psikomotorik lebih mudah dicapai dengan melibatkan siswa secara aktif melalui kegiatan peragaan
Tujuan: Penggunaan metode peragaan dengan tujuan:
1) untuk memperjelas cara kerja sesuatu, atau perilaku tertentu
2) untuk memperjelas konsep/pengertian sesuatu
Manfaatpenggunaan metode peragaan yaitu :
1) siswa memperoleh kejelasan mengenai cara kerja sesuatu (mengembangkan aspek motorik)
2) siswa memperoleh kejelasan contoh perilaku tertentu (menanamkan aspek afektif
3) siswa memperoleh kejelasan mengenai pengertian/konsep mengenai sesuatu


6. Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Problem Solving adalah suatu metode atau cara penyajian pelajaran dengan cara siswa dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan atau diselesaikan, baik secara individual atau secara kelompok Pada metode ini titik berat diletakkan pada pemecahan masalah secara rasional, logis, benar dan tepat, tekanannya pada proses pemecahan masalah dengan penentuan alternatif yang berguna saja Metode ini baik untuk melatih kesanggupan siswa dalam memecahkan terlepas dari masalah-masalah kesulitan atau yang dihadapi yang dalam harus kehidupannya, mengingat tidak ada manusia yang dapat masalah diselesaikan secara rasional
Alasan penggunaan
1) Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja
2) Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan masalah siswa secara menghadapi terampil, hal dan ini memecahkan merupakan kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia
3) Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif danmenyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan proses runtut dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencapai pemecahannya.
Tujuan penggunaan metode problem solving (pemecahan masalah) adalah sebagai berikut:
1) Mencari jalan keluar dalam menghadapi masalahmasalah secara rasiona
2) Dalam memecahkan masalah dapat dilakukan secara individual maupun secara bersama-sama
3) 3) Mencari cara pemecahan masalah untuk meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri.


Manfaat: Manfaat yang diperoleh dari penggunaan metode problem solving (pemecahan masalah) antara lain:
1) Mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah-masalah serta mengambil keputusan secara obyektif dan rasional
2) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis dan analitis
3) Mengembangkan sikap toleransi terhadap orang lain serta sikap hati-hati dalam mengemukakan pendapat
4) Memberikan pengalaman proses dalam menarik kesimpulan bagi siswa
7. Metode Karyawisata
Metode karyawisata ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan membawa murid langsung kepada obyek yang akan dipelajari di luar kelas. Karya= kerja, wisata= pergi Karyawisata = pergi bekerja. Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar mengajar, pengertian karyawisata berarti siswa-siswa mempelajari suatu obyek di tempat mana obyek tersebut berada. Karyawisata dapat dilakukan dalamwaktu singkap beberapa jam saja ataupun cukup lama sampai beberapa hari.
Alasan Penggunaan Metode Karyawisata
1) Obyek yang akan dipelajari tidak dapat dibawa kedalam kelas karena, misalnya: a) terlalu besar/berat b) berbahaya c) akan berubah bila berpindah tempat d) obyek terdapat di tempat tertentu
2) Kepentingan siswa dalam rangka melengkapi proses belajar mengajar
Tujuan penggunaan metode karyawisata antara lain:
1) untuk melengkapi pengetahuan yang diperoleh di sekolah atau kelas
2) untuk melihat, mengamati, menghayati secara langsung dannyata mengenai obyek tersebut 3) untuk menanamkan nilai moral pada siswa
Manfaat Penggunaan menggunakan metode karyawisata yaitu:
1) siswa memperoleh pengalaman yang nyata mengenai obyek studi dalam kegiatan karyawisata
2) dapat memberikan motivasi untuk mendalami materi pelajaran
8.Metode Mengarang (Ekspresi).
Alasan pengunaan metode mengarang: Terutama untuk mengembangkan dan melatih daya pikir dan cipta/imajinasi siswa atas nilai yang menjadi tujuan dalam pokok bahasan
Tujuan: Metode mengarang bertujuan untuk mengembangkan:
1) Sikap kemandirian
2) Daya cipta dan daya pikir siswa
Manfaatnya, terutama untuk:
1) Media ekspresi pikiran dan wawasan (estetis) siswa
2) Mengembangkan kemampuan menulis dan penguasaan cara komunikasi secara rasional dan tertulis
3) Mengembangkan daya analisis-rasional
9. Metode Pemberian Tugas
Alasan/Rasional Penggunaan Dalam proses pembelajaran, siswa hendaknya didorong untuk melakukan kegiatan yang dapat menumbuhkan proses kegiatan kreatif. Oleh karena itu metode pemberian tugas dapat dipergunakan untuk mendukung metode pembelajaran yang lain.
Tujuan Penggunaan metode pemberian tugas bertujuan:
1) menumbuhkan proses pembelajaran yang eksploratif
2) mendorong perilaku kreatif
3) membiasakan berpikir komprehensif
4) memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran
Manfaat Metode pemberian tugas yang digunakan secara tepat dan terencana dapat bermanfaat untuk:
1) menumbuhkan kebiasaan belajar secara mandiri dalam lingkungan bersama (kolektif) maupun sendiri
2) melatih cara mencari informasi secara langsung dari sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat
3) menumbuhkan suasana pembelajaran yang menggairahkan (rekreatif)
10. Metode Simulasi
Alasan penggunaan Alasan pemilihan metode simulasi, untuk memudahkan siswa dan guru "mengalami" pola atau model kehidupan dan nilai praktis dari suatu pokok masalah tanpa langsung ke dalam suasa alamiah (yang sebenarnya).
Tujuan Metode simulasi digunakan untuk:
1) melatih keterampilan tertentu, baik yang bersifat keahlian (profesional) maupun keterampilan dalam hidup seharihari
2) memperoleh pemahaman tentang suatu pengertian (konsep) atau prinsip
3) latihan memecahkan masalah
Manfaat Metode simulasi dapat untuk:
1) meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan melibatkan diri dalam mempelajari situasi yang hampir serupa dengan kejadian yang sebenarnya
2) memberikan kelompok
3) melatih siswa untuk bekerja sama dalam kelompok
4) menimbulkan dan memupuk daya imaginasi siswa
5) melatih siswa untuk memahami dan menghargai pendapat
12. Metode Permainan
Alasan/rasional penggunaan Penanaman dan pengembangan konsep, nilai, moral dan norma, dapat dicapai bilamana siswa secara langsung bekerja dan melakukan interaksi satu sama lainnya dan pemecahan masalah dilakukan melalui peragaan. Oleh karena itu metode ini dapat menghasilkan suatu pengalaman yang berharga bagi siswa
Tujuan Penggunaan metode permainan bertujuan untuk
1) mengajarkan perngertian (konsep)
2) menanamkan nilai
3) memecahkan masalah

4. Metode Pembelajaran Sebagai Komponen Desain Instruksional
Metode belajar-mengajar sebagai komponen system instruksional mempunyai peranan penting karena merupakan cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan instruksional. Ada banyak cara yang dapat digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan instruksional. Yang menjadi persoalan ialah apakah cara tersebut cukup efisien, efektif atau tidak. Dalam menyusun desain instruksional seorang guru memilih dan menetapkan penggunaan metode yang efesien dan efektif bagi pencapaian tujuan belajar secara optimal. Seorang guru yang berfikir dan bertindak secara sistemik selalu melihat bahwa nilai atau taraf efisiensi dan efektivitas suatu metode banyak ditentukan oleh kesesuaian metode tersebut dengan komponen-komponen instruksional yang lain seperti tujuan, materi, dan sumber, sarana, lingkungan belajar dan sebagainya.
1. Hubungan metode dengan tujuan
Hubungan antara kedua komponen instruksional ini demikian eratnya karena metode merupakan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan-maka metpde harus sinkron dengan tujuan. Jika tidak, dapat menjadi perintang terhadap pencapaian tujuan. Jenis keterampilan apakah yang dapat diperoleh siswa dalam belajar jika guru hanya menceramahkan teori sebagai metode belajar.
Tujuan metode
Siswa dapat menganalis isi karangan, pemberian tugas membaca dan
Menarik kesimpilan dan menilai menjawab sejumlah pertanyaan bimbingan
Siswa dapat menemukan masalah dan Brain Storming (curah pendapat),
Mengidentifikasi alat pemecahan Tanya jawab dan pemberian tugas
Persoalan tersebut.

Siswa terampil membuat pola baju ceramah, demonstrasi dan pemberian tugas

Siswa berani mengajukan pendapat Brain Storming dan diskusi kelompok
Dan menghargai pendapat orang lain dan seterusnya.

2. Hubungan metode dengan materi
Tersedia tidaknya materi pelajaran secara tertulis mempengaruhi penggunaan metode. Jika materi cetakan tersedia, mungkin lebih efektif jika seorang guru menggunakan metode pemberian tugas (untuk membaca) yang kemudian disambung dengan metode Tanya jawab dan diskusi kelompok dalam penyajian materi, ketimbang dengan mengggunakan metode ceramah. Tetapi tidak demikian halnya jika materi cetakan tersebut tidak tersedia, ataupun tersedia tetapi tidak sesuai dengan keadaan siswa ataupun tuntutan kurikulum. Dalam hal demikian, metode ceramah sangat cocok untuk menyampaikan pokok-pokok (kerangka) materi pelajaran.

3. Hubungan metode dengan lingkungan belajar
Mengajar adalah kegiatan menciptakan lingkungan. Yang dimaksud dengan memilih, mengatur lingkungan belajar sedemikian rupa sehingga kondusif bagi terciptanya proses belajar secara optimal. Hal ini sangat logis, karena bukankah tidak ada suatu proses belajar yang tidak berada dalam suatu lingkungan. Lingkungan merupakan prakondisi proses belajar, khususnya lingkungan social. Lingkungan tertentu memprasyaratkan guru untuk memilih metode yang sesuai dengan proses belajar-mengajar. Kiranya tidak bijaksana jika seorang guru gigih berkompetisi dengan lingkungan ribut dengan memperbesar suaranya hanya dengan mempertahankan keunggulan metode ceramahnya.
Dalam situasi lingkungan demikian, metode pemberian tugas, metode demonstrasi (yang tidak memerlukan banyak informasi), ataupun simulasi lebih cocok
4. Hubungan metode dengan sumber belajar
Sikap selektif seorang guru dalam menyetel kesinkronan metode dengan materi seperti tersebut diatas juga berlaku juga dalam hubungannya dengan sumber belajar. Pemanfaatan macam-macam sumber belajar menghendaki digunakannya metode tertentu yang sesuai. Misalnya saja tersedianya sejumlah sumber manusia akan menggugah seorang guru untuk menjattuhkan pilihannya pada penggunaan metode diskusi panel sebagai metode yang dipandang efektif. Metode karyawisata dan metode proyek utnuk sumber belajar seperti tempat peninggalan bersejarah, perusahaan/pabrik dan lembaga social. Metode pemberian tugas (dengan menggunakan job sheet), metode Tanya jawab dan diskusi metode pelacakan (inkuri) dan penemuan (discovery) untuk sumber belajar seperti perpustakaan dan laboratorium
Untuk sumber belajar yang berupa peralatan yang menjadi sumber berlatih keterampilan, digunakan metode demonstrasi dan pemberian tugas untuk berlatih mungkin merupakan pilihan metode yang tepat.
5. Hubungan metode dengan kondisi siswa
Metode apapun yang dipilih dan digunakan oleh seorang guru di dalam proses belajar-mengajar, pada hakekatnya adalah bermaksud untuk memanipulasikan metode tersebut agar siswa mengalami keterlibatan secara optimal didalam proses belajar-mengajar. Jadi, sasarannya adalah siswa. Karena itu, bahwa kondisi siswa sebagai pihak dikenal penggunaan metode tidak dapat diabaikan. Dengan kata lain, siswa merupakan factor penting dalam hubungannya dengan berhasil tidaknya penggunaan metode.
Sikap responsive terhadap pelajaran, kegairahan belajar, kejenuhan,keletihan, rasa lapar, belum adanya kesediaan secara mental, bahkan kapasitas mental, kesemuanya ini merupakan kondisi siswa yang perlu mendapatkan perhatian guru dalam memilih metode.
Penggunaan metode ceramah, apalagi seorang guru yang belum berpengalaman, mungkin sangat tidak efektif bagi kelas yang sedang mengalami kejenuhan dan keletihan. Baginya, penggunaan metode Tanya jawab dan pemberian tugas mungkin lebih menolong.
Besar kecilnya jumlah siswa sekelas juga mempengaruhi penggunaan metode. Bagi kelas yang besar, penggunaan metode ceramah bervariasi mungkin lebih efektif ketimbang metode diskusi kelompok.



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka kami menyimpulkan metode pembelajaran adalah cara, model, atau serangkaian bentuk kegiatan belajar yang diterapkan pendidik kepada anak didiknya guna meningkatkan motivasi belajar si terdidik guna tercapainya tujuan pengajaran.
Dalam menggunakan metode pembelajaran ada beberapa prinsi-prinsip pembelajaran yaitu: Pembelajaran efektif menguatkan pembelajaran praktek dalam tindakan, Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti, Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat mengbangkitkan kegairahan, Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tengtang pengajaran, Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran dan Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknay ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan menemukan bentuk praktek mengajar yang efektif
Jenis – jenis metode pembelajaran yaitu metode ceramah, metode Tanya jawab, metode diskusi, metode pemberian tugas belajar (resitasi), metode demonstrasi dan eksperimen, metode kerja kelompok, metode sosiodrama, metode karyawisata, metode permainan simulasi, metode studi kasus, metode symposium, metode seminar, metode bermain peran (role playing), metode tutorial, metode deduktif, metode induktif, dan metode problem solving.

B. Saran
Setelah memaparkan materi metode pembelajaran, maka kami menyarankan bahwa sebelum melakukan kegiatan pembelajaran sebagai seorang pebelajar terlebih dahulu mencari dan mengkaji metode mana yang tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

1 komentar:

  1. tawwa nakasi' masukQ tgs2 na dBlogx...

    jaln2Q keBlogq nah,,
    ad bxk cerita dznaa
    wkwkwkwkk

    punyaqya.blogspot.com

    BalasHapus

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Entri Populer